PCC RSWS
Akuntabilitas Kinerja

LAKIP 2014

Laporan Akuntabilitas Kinerja ini menggambarkan uraian menyeluruh tentang kondisi sumber daya (sumber daya manusia, sarana prasarana dan dana), hasil kegiatan program, pencapaian kinerja dan masalah, hambatan serta terobosan sebagai upaya pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan maupun anggaran dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.

Pencapaian kinerja untuk tahun 2014 diukur dengan beberapa indikator secara keseluruhan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertama, Indikator Kinerja Utama atau Key Performance Indicator yang merupakan kinerja yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis tahun 2011 – 2015 dan setiap tahun dituangkan dalam kontrak kinerja antara Direktur Utama dan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan dalam Penetapan Kinerja (TAPJA). Pencapaian Key Performance Indicator pada tahun 2014 adalah 88,4% dari nilai 100% yang ditargetkan, meningkat jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya mencapai 86,5%. Pencapaian ini di dukung anggaran Rp.548.529.378.000,- yang terealisasi 96,1%.

Kedua, pencapaian indikator kinerja BLU diperoleh nilai 82,05 dengan kategori “Sehat AA” yang dapat diuraikan sebagai berikut : aspek keuangan 27,60 aspek layanan 24,75, dan aspek mutu dan manfaat bagi masyarakat 29,70. Visi RS dr Wahidin Sudirohusodo Makassar yaitu Menjadi RS dengan layanan berstandar Internasional yang ditargetkan akan tercapai di tahun 2015 dapat di capai di tahun 2014 dan merupakan RS Pendidikan pertama yang terakreditasi sebagai Academic Medical Center dengan menggunakan JCI Edisi 5

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi tahun 2015 adalah mengoptimalkan  program promosi layanan RS dan program kerjasama pemeriksaan kesehatan dengan institusi-institusi yang belum bekerja sama. Pengusulan penambahan alokasi anggaran pemeliharaan peralatan, serta mengoptimalkan  koordinasi antar unit dalam peningkatan mutu dan produktivitas layanan RS

Link PDF

 

RENCANA STRATEGIS BISNIS (RSB) 2015 - 2019

RSB bagi sebuah organisasi pemerintah juga merupakan perwujudan amanah dan aspirasi  yang bersumber dari kepentingan stakeholder kuncinya, dan sekaligus sebagai bentuk tanggungjawab utama pimpinan organisasi pemerintah terhadap pemenuhan kepentingan stakeholders kuncinya. Oleh karena itu, RSB organisasi seharusnya menjadi pedoman utama bagi setiap jajaran manajemen puncak dari suatu organisasi pemerintah dalam menilai kemajuan status pencapaian visinya dan target kinerja organsisasi jangka pendek dan panjangnya serta sekaligus mengendalikan arah pengelolaan  dan  pengembangan  roda   organisasinya  agar  sejalan  dengan  tuntutan  utama stakeholder kuncinya.

Dalam rangka memenuhi prinsip-prinsip tatakelola organisasi modern (Good Governance) dan menunjang inisiatif strategis transformasi kelembagaan pemerintahan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Upaya Kesehatan memandang perlu bahwa efektivitas pelaksanaan penetapan kinerja (Keputusan Dirjen BUK No.HK.02.04/I/1568/12) hendaknya berbasis RSB organisasi bagi Satuan Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal (yang mencakup Rumah Sakit (umum dan khusus) dan Balai) yang dibawah binaan dan kendalinya.

Menindaklanjuti hal tersebut maka RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menyusun Rencana Strategis Bisnis (RSB) yang memandu dan mengendalikan arah gerak serangkaian prioritas pengembangan organisasi dan unit kerja dibawahnya, serta mitra kerjanya untuk bergerak searah dan bersinergis menuju tujuan–tujuan keseluruhan organisasi.

/homepage/admin-rsws/plugins/kcfinder/upload/files/UPLOAD%20RSB.pdf

 

 

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2015

Rencana Kinerja Tahunan merupakan pelaksanaan tahapan yang telah disusun dalam Rencana Strategis Bisnis 2015-2019. Tahun 2015 merupakan tahun pertama dalam Rencana Strategis Bisnis 2015-2019. Rencana Kinerja Tahunan ini kemudian dituangkan dalam Perjanjian Kinerja dengan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan Rencana Bisnis Anggaran

/homepage/admin-rsws/plugins/kcfinder/upload/files/RENCANA%20KINERJA%202015.pdf

 

PERJANJIAN KINERJA 2015

Perjanjian Kinerja adalah lembaran/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. 

Melalui Perjanjian Kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. 

/homepage/admin-rsws/plugins/kcfinder/upload/files/PERJANJIAN%20KINERJA%202015.pdf

 

PLAN OF ACTION (POA) RENCANA REALISASI ANGGARAN TAHUN 2015

/homepage/admin-rsws/plugins/kcfinder/upload/files/POA%20DIPA%202015.pdf

 

LAKIP 2015

Laporan Akuntabilitas Kinerja dibuat sebagai wujud pertanggungjawaban atas kinerja pada Tahun 2015 yang telah ditetapkan ditahun sebelumnya dan sebagai acuan dan bahan penyusunan Laporan Tahunan Ditjen Bina Upaya Kesehatan yang selanjutnya akan menjadi bahan penyusunan Laporan Tahunan Kementerian Kesehatan. Menggambarkan uraian menyeluruh tentang kondisi sumber daya (sumber daya manusia, sarana prasarana dan dana), hasil kegiatan program, pencapaian kinerja dan masalah, hambatan serta terobosan sebagai upaya pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan maupun anggaran dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.

Pencapaian kinerja RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk tahun 2015 diukur dengan beberapa indikator secara keseluruhan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertama, Indikator Kinerja Utama atau Key Performance Indicator yang merupakan kinerja yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis Bisnis tahun 2015 - 2019 dan setiap tahun dituangkan dalam kontrak kinerja antara Direktur Utama dan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan dalam Perjanjian Kinerja. Pencapaian Key Performance Indicator pada tahun 2015 adalah 94,5% dari nilai 100% yang ditargetkan, meningkat jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya mencapai 88,4%.

Kedua, pencapaian indikator kinerja BLU diperoleh nilai 82,57 dengan kategori “Sehat AA” yang dapat diuraikan sebagai berikut : aspek keuangan 23,65 aspek layanan 28,00, dan aspek mutu dan manfaat bagi masyarakat 30,92.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan capaian di tahun selanjutnya adalah mengoptimalkan program promosi layanan RS dan program kerjasama pemeriksaan kesehatan dengan institusi-institusi yang belum bekerja sama. Pengusulan penambahan alokasi anggaran pemeliharaan peralatan, serta mengoptimalkan  koordinasi antar unit dalam peningkatan mutu dan produktivitas layanan RS

 

 


Komentar Pengunjung

  Sisrute

Sertifikasi JCI

 Statistik Pengunjung
  Hari Ini : 7
  Kemarin : 39
  Bulan ini : 1582
  Tahun ini : 5385
  Total : 155996
  Hits Count : 73
  Now Online : 2 User